Obat Krim Pengencang
Payudara alami Sekaligus Anti Kanker Payudara
Pembelian Obat krim pengencang payudara sekaligus anti kanker payudara
Bapak Wahyudi Sukur Sugianto
Line SMS HP Indosat 0857-3213-4547
Pengencang Payudara sekaligus antikanker payudara adalah keinginan semua wanita bahkan suami nya. Jika payudara
kencang dan sehat yang senang bukan hanya wanita tetapi suaminya juga ikut
senang. Tentunya, istri/wanita lebih sangat senang jika mahkota payudaranya
kencang dan sehat. ingin payudara kencang ya? pakailah Oris breast cream (krim pengencang payudara).
Pengencang payudara sekaligus anti kanker payudara merupakan
obat luar herbal alami/ obat oles herbal alami pengencang payudara dan obat
luar / obat oles anti kanker payudara. 2
manfaat sekali pakai. Two in one.
Pengencangpayudarakita.blogspot.com menyediakan dan
memaparkan serta menjual obat luar herbal alami / obat oles herbal alami
pengencang payudara dan obat luar / obat oles
anti kanker payudara Oris Breast Cream (krim pengencang payudara), namun sebelum itu Pengencangpayudarakita.blogspot.com
memberikan edukasi tentang ciri ciri/gejala awal payudara kencang dan anti
kanker payudara serta cara mengobati atau mencegah anti kanker payudara sehingga menjadi
payudara kencang sehat dan anti kanker payudara.
Payudara kencang sehat dan anti kanker payudara pasti disayang
suami dan pasti disayang anak. ingin payudara kencang ya? pakailah Oris breast cream (krim pengencang payudara).
Pengencangpayudarakita.blogspot.com menjelaskan tentang ciri ciri kanker payudara:
Ciri-ciri atau gejala
awal kanker payudara yaitu:
• benjolan
pada payudara anda berubah bentuk / ukuran
•
kulit
payudara berubah warna: dari merah muda menjadi coklat hingga seperti kulit
jeruk
•
puting
susu masuk ke dalam (retraksi)
•
salah
satu puting susu tiba-tiba lepas / hilang
•
bila
tumor sudah besar, muncul rasa sakit yang hilang-timbul
•
kulit
payudara terasa seperti terbakar
•
payudara
mengeluarkan darah atau cairan yang lain, padahal Anda tidak menyusui
Tanda kanker payudara yang paling jelas adalah adanya borok
(ulkus) pada payudara. Seiring dengan berjalannya waktu, borok ini akan menjadi
semakin besar dan mendalam sehingga dapat menghancurkan seluruh payudara.
Gejala lainnya adalah payudara sering berbau busuk dan mudah berdarah. ingin payudara kencang ya? pakailah Oris breast cream (krim pengencang payudara).
Pengencangpayudarakita.blogspot.com menjelaskan ciri ciri benjolan kanker payudara:
Ciri-ciri Benjolan
Kanker Payudara
Gejala, Ciri-ciri dan Penyebab Penyakit Kanker Payudara _
Letak benjolan kanker payudara yang sering ditemukan adalah pada bagian luar
atas yaitu disekitar area lengan dan ketiak. Ciri-ciri kanker payudara pada
awalnya dapat dirasakan dengan adanya benjolan dan rasa nyeri. Hal ini dapat
dirasakan seperti berikut :
- Ketika diraba, pada payudara terasa ada benjolan
- Benjolan yang disebabkan karena pertumbuhan sel kanker payudara
akan terasa keras dan juga padat ketika diraba serta ada pula yang menimbulkan
rasa gatal namun ada yang sama sekali tidak menimbulkan rasa gatal.
- Akan terjadi perubahan yang signifikan terhadap bentuk serta
ukuran payudara.
- Di bagian sekitar puting susu akan adanya luka yang sukar untuk
sembuh, puting akan tertarik ke dalam, yang menimbulkan rasa gatal disebabkan
karena terjadinya penebalan kulit.
- Keluarnya darah atau nanah yang berwarna kekuningan dari puting
susu
- Pada kulit payudara mulai terjadi perubahan, yaitu kulit akan
berkerut dan warnanya cenderung kemerahan atau pun berubah menjadi keriput
seiring semakin banyaknya sel kanker payudara yang telah menyebar (seperti
kulit jeruk purut)
- Akan terasa nyeri pada bagian tulang, terjadinya penurunan berat
badan dan pembengkakan pada bagian lengan. Yang menandakan bahwa kanker sudah
menyebar.

ingin payudara kencang ya? pakailah Oris breast cream (krim pengencang payudara).
Bagaimana cara mendeteksinya dan menganalisa kalo benjolan
itu kanker :
- Cara yang
paling memungkinkan untuk dilakukan sendiri adalah dengan menggunakan cara
SADARI (Periksa Payudara Sendiri). Lakukan pemeriksaan terhadap payudara setiap
bulan yaitu diwaktu setelah datang bulan (haid). Namun untuk mereka yang telah masuk
fase menopause, dilakukan pemeriksaan setiap tanggal yang sama perbulannya.
- Pemeriksaan
klinis payudara oleh dokter, bidan ataupun medis lainnya.
- Nyeri yang
terjadi pada penderita kanker payudara berbeda dengan rasa nyeri terhadap
mereka yang sedang datang bulan (haid).
- Rasa nyeri
itu akan terjadi secara terus-menerus dan tidak kunjung mereda.
- Nyeri yang
ditimbulkan karena wanita telah memasuki masa menopause.
- Hal ini
biasanya terjadi saat kanker payudara stadium 2.
ingin payudara kencang ya? pakailah Oris breast cream (krim pengencang payudara)
Tidak Semua Benjolan
Pada Payudara adalah Kanker
Banyak wanita yang sering merasakan sakit pada payudaranya
dan mendapati benjolan pada payudara. Benjolan yang ada pada payudara bisa
berupa kanker atau bukanlah kanker. Tidak semua benjolan pada payudara
merupakan benjolan karena adanya sel kanker. Namun bisa juga benjolan pada
payudara disebabkan karena perubahan jinak kista atau pun karena faktor
lainnya.
Berikut karakteristik benjolan yang mengarah ke kanker
1.
Benjolan
keras
2.
Benjolan
tidak diskrit; tidak mudah dibedakan
3.
Benjolan
tetap di satu daerah payudara; tidak bergerak
4.
Hanya
ada satu benjolan
5.
Tidak
ada benjolan di bagian payudara lain (hanya benjolan tersebut)
6.
Disertai
Kulit payudara berlesung pipit
7.
Benjolan
disertai dengan berdarah puting debit
Berikut benjolan yang kemungkinan kecil kanker payudara
1.
Benjolan
lembut
2.
Benjolan
diskrit; mudah dibedakan
3.
Benjolan
bergerak di payudara
4.
Ada
beberapa benjolan payudara
5.
Ada
benjolan di payudara sebelahnya
6.
Benjolan
menghilang setelah siklus menstruasi
Penyebab penyakit
kanker payudara
ingin payudara kencang ya? pakailah Oris breast cream (krim pengencang payudara)
Gejala, Ciri-ciri dan Penyebab Penyakit Kanker Payudara _
Sebenarnya belum dapat dipastikan bahwa seorang wanita dapat mengembangkan
penyebab kanker payudara dalam dirinya atau tidak. Namun ada beberapa penyebab
yang mempengaruhi kemungkinan berkembangnya kanker payudara. Beberapa faktor
penyebab kanker payudara ini ada yang tidak dapat di ubah dan beberapa faktor lainnya
dapat diubah untuk mencegah timbulnya kanker payudara ini. Berikut ini penyebab
umum kanker payudara yang perlu para wanita ketahui dan akan di jelaskan di
situs ini. ingin payudara kencang dan bebas kanker payudara ya? pakailah Oris breast cream (krim pengencang payudara).
Penyebab Kanker
Payudara dari Faktor Genetik
Ada 8 faktor genetik yang menjadi penyebab kanker payudara
yang wajib anda waspadai, beberapa diantaranya memang tidak dapat dicegah:
- Jenis
Kelamin : Faktor genetik yang satu ini sudah tentu tidak asing lagi, Betul..
Wanita 100 kali lebih berisiko terkena kanker payudara dibandingkan dengan pria.
- Usia Senja
: Kanker payudara dapat timbul seiring dengan meningkat dengan usia. Sekitar 8
dari 10 kasus kanker payudara terjadi pada wanita di atas usia 50 tahun dan
kondisi ini paling banyak menyerang para wanita yang telah mengalami menopause
1). Di Inggris, wanita yang berusia sekitar 50 sampai 70 tahun, melakukan
skrining setiap 3 tahun sekali yang dilakukan oleh NHS Breast Screening
Programme.
- Riwayat
Dalam Keluarga : Beberapa kasus kanker payudara tidak mengalami herediter atau
diturunkan dalam keluarga, namun gen tertentu dapat meningkatkan resiko kanker
payudara. Lakukan skrining genetik kanker payudara, jika ditemui kerabat dekat
seperti ibu kandung, saudara perempuan atau anak, yang telah menderita kanker
payudara di bawah usia 50 tahun. Konsultasikan hal ini sebelumnya pada tenaga
medis yang berwenang.
- Ras :
Masalah ras mungkin perlu menjadi pertimbangan, dari data yang dihimpun dari
National Breast Cancer wanita “Bule” lebih banyak terkena jenis kanker payudara.
- Riwayat
kesehatan pribadi : Jika anda telah terdiagnosis terkena kanker payudara pada
salah satu bagian payudara, maka kemungkinan besar faktor risiko akan meningkat
pada payudara yang lain. Risiko juga sangat tinggi jika sebelumnya telah
terdeteksi sel sel abnormal di sekitar payudara.

- Masa
Menstruasi & Reproduksi : Jika anda telah mengalami menstruasi dini pada
usia kurang dari 12 tahun dan manepause terlambat (lebih dari 55 tahun)
kemungkinan lebih tinggi terkena risiko kanker payudara. Faktor lain adalah
tidak memiliki anak dan melahirkan di usia yang cukup tua menjadikan risiko
terkena kanker payudara lebih besar.
- Perubahan
Gen : Perubahan gen BRCA1 dan BRCA2 merupakan salah satu yang memicu terjadinya
kanker payudara. Perubahan gen ini dapat diketahui dengan mengambil salah satu
tes genetik. Tes genetik sangat dianjurkan jika dalam keluarga terdapat
penderita kanker payudara.
- Kepadatan
Payudara : Wanita memiliki payudara yang di dalamnya terdapat jaringan kelenjar
yang menghasilkan susu (lobulus). Jaringan payudara yang padat mengandung
sel-sel payudara yang lebih tinggi dan memungkinkan terjadinya kanker payudara
karena lebih banyak sel-sel yang dapat menjadi kanker. Pemeriksaan jaringan
payudara dengan mammogram (scan payudara) juga sulit untuk mendeteksi keberadaan
jaringan abnormal.
Penyebab kanker payudara dari faktor genetik ini diantaranya
tidak dapat dicegah, beberapa diantaranya adalah :
•
Usia
•
Ras
•
Riwayat
keluarga
•
Riwayat
kesehatan pribadi
•
Menstruasi
dini
•
Manepause
telat
•
Selain
penyebab dari faktor genetik, ternyata yang tidak kalah penting adalah penyebab
dari faktor lingkungan dan gaya hidup.
Penyebab Kanker
Payudara dari Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan tidak dapat anda sepelekan, bahkan telah
banyak kasus ditemukan penyebabnya adalah paparan lingkungan yang tidak
bersahabat dengan jenis kanker ini.
• Radiasi :
Paparan sinar radiasi merupakan salah satu tindakan medis dalam dunia
kodokteran, seperti sinar-X dan computerized tomography (CT) scan, dapat
menjadi penyebab kanker payudara. Pada orang yang pernah mengalami Hodgkin
semasa kecil dan pernah melakukan radioterapi ke daerah dada, seharusnya telah
melakukan konsultasi dengan spesialis untuk memeriksakan tentang keberadaan
kanker payudara. Kemudian jika pada saat ini dibutuhkan pengobatan yang
membutuhkan radioterapi, lakukan diskusi terhadap tenaga medis mengenai
kemungkinan terjadinya risiko kanker payudara sebelum pengobatan berlangsung.
Penyebab Kanker Payudara Faktor Gaya Hidup
Nah, ini adalah faktor penyebab yang harusnya dapat kita minimalisir
dalam kaitannya menjadi pemicu kanker payudara. Pola hidup sehat adalah salah
satu cara mencegah kanker payudara yang cukup ampuh, mari kenali faktor dari
gaya hidup :
• Kelebihan
Berat Badan : Terkait dengan hormon estrogen dalam tubuh, ternyata menjadi
penyebab kanker payudara, terutama seseorang yang mengalami kelebihan berat
badan dan telah mengalami menopause lebih berisiko terkena kanker payudara. Hal
ini diduga terkait dengan jumlah estrogen dalam tubuh, karena kelebihan berat
badan atau obesitas setelah menopause menyebabkan lebih banyak estrogen yang
akan diproduksi.
• Implan
Payudara : Implan sering ditanam dalam tubuh, tak terkecuali pada bagian
payudara. Wanita yang menggunakan implan payudara dapat mempengaruhi terjadinya
kanker payudara lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan yang tidak
memakainya. Hal ini dikemukakan oleh para peneliti dari Kanada dilaporkan dalam
BMJ (British Medical Journal) May 2013 2).
• Melakukan
Pekerjaan Tertentu : Beberapa penelitian telah menunjukkan keterkaitan
pekerjaan wanita terhadap timbulnya kanker payudara. Penelitian di Prancis
menunjukkan hubungan antara wanita yang bekerja pada malam hari dan nelum
pernah mengalami kehamilan, dapat menjadi penyebab kanker payudara. Selain itu,
penelitian dari Kanada mengemukakan bahwa pekerjaan tertentu, memungkinkan
tubuh manusia kontak ke dalam karsinogen, misalnya pekerjaan di bar, otomotif,
perusahaan manufaktur plastik, dan perusahaan makanan kemasan (kaleng,
plastik).
• Konsumsi
Alkohol : Bahaya alkohol salah satunya adalah dapat menjadi penyebab
berkembangnya sel kanker, seperti kanker payudara. Sebuah penelitian kanker
mengemukakan bahwa setiap 200 wanita yang secara teratur mengkonsumsi minuman
beralkohol setiap sehari, terdapat tiga wanita yang terkena kanker payudara,
dibandingkan dengan wanita yang tidak mengkonsumsi alkohol sama sekali.
• Terapi
Penggantian Hormon (HRT) : Terapi penggantian hormon (HRT) sering dihubungkan
dengan risiko kanker payudara yang menjadi lebih tinggi. Diperkirakan bahwa
akan ada tambahan 19 kasus kanker payudara untuk setiap 1.000 wanita yang
menggunakan kombinasi HRT selama 10 tahun. Resiko kanker akan terus meningkat
jika semakin lama melakukan HRT. Pemakaian HRT untuk membuat hormon kembali
normal selama atau lebih dari lima tahun harus di hentikan, penghentian
pemakaian HRT merupakan cara mencegah kanker payudara yang paling efektif.
• Terdapat
Benjolan Jinak : Sering orang mengira, jika terasa benjolan payudara adalah
ciri-ciri kanker payudara. Padahal belum tentu benjolan payudara, meskipun
beberapa jenis benjolan dapat menjadi penyebab kanker payudara. Benjolan jinak
pada jaringan payudara misalnya sel yang tumbuh abnormal di saluran atau
sel-sel abnormal di dalam lobus payudara dapat meningkatkan kemungkinan kanker
payudara.
Metode deteksi dini yang paling mudah dan murah adalah dengan
memeriksa payudara sendiri (SARARI). Namun, seperti dijelaskan dalam artikel
sebelumnya, hasil pemeriksaan secara klinis seperti SARARI sangat bergantung
pada keterampilan pemeriksa.
Bagi yang belum terampil melakukannya, tentu akan menimbulkan
kebingungan tersendiri mengenai hasil pemeriksaan. Karena itu, selain melakukan
SARARI atau pemeriksaan payudara sendiri, ada berbagai metode yang dapat
digunakan untuk deteksi dini kanker payudara . Metode pemeriksaan apa saja yang
dapat digunakan untuk deteksi dini kanker payudara? Mari kita simak
satu-per-satu!
Clinical Breast Examination (Pemeriksaan Klinis Payudara)
Clinical Breast Examination (CBE) adalah pemeriksaan payudara
yang dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih. Pemeriksaan ini digunakan untuk
mendeteksi kelainan-kelainan yang ada pada payudara dan untuk mengevaluasi
kanker payudara pada tahap dini sebelum
berkembang ke tahap yang lebih lanjut.
CBE dapat menjadi metode deteksi dini kanker payudara yang
efektif pada wanita yang tidak melakukan mammografi secara teratur. Secara
spesifik, CBE memberikan kesempatan kepada tenaga kesehatan untuk melakukan
deteksi kanker payudara serta memberikan penyuluhan pada wanita tentang kanker
payudara, baik gejala klinis, faktor resiko, serta peran deteksi dini untuk
menurunkan angka kematian akibat kanker payudara.
Juga memberikan kesempatan kepada dokter untuk mendiskusikan
manfaat dan keterbatasan CBE sebagai metode deteksi dini. Pada wanita berusia
20-40 tahun CBE dianjurkan untuk dilakukan setiap tiga tahun sekali.
Pemeriksaan Mamografi
Mamografi adalah pemeriksaan payudara dengan menggunakan
sinar rontgen, untuk menemukan tumor payudara sedini mungkin. Mamografi telah
terbukti mampu mendeteksi kanker payudara pada stadium dini dan apabila
dilakukan tindak lanjut dengan diagnosis dan terapi yang memadai, dapat
mengurangi angka mortalitas atau kematian akibat kanker payudara.
Panduan American Cancer Society untuk deteksi dini kanker
payudara, yang terakhir diunduh dari tahun 2003, menyatakan bahwa wanita dengan
resiko kanker payudara yang tinggi dapat menggunakan skrining tambahan, seperti
USG atau MRI payudara daripada hanya mamografi dan pemeriksaan fisik.
Pemeriksaan tersebut dianjurkan bagi wanita di atas 40 tahun,
baik pada wanita yang bergejala dan yang tidak bergejala. Rekomendasi dari
American Cancer Society, American College of Radiology, American Medical
Association, National Cancer Institute, American College of Gynecology, dan U.S
Preventive Services Task Force mengatakan bahwa wanita usia 40 tahun atau lebih
dianjurkan mendapat skrining mamografi satu kali tiap tahunnya.
Ultrasonografi (USG)
Pemeriksaan ultrasonografi (USG) merupakan salah satu pemeriksaan penunjang untuk
mendeteksi keberadaan kanker pada jaringan payudara. Prinsip utama pemeriksaan
ini adalah dengan mendeteksi jaringan kanker menggunakan gelombang suara. Tiap
jaringan dengan kepadatan yang berbeda akan menggambarkan hasil penampakan yang
berbeda pula pada pemeriksaan USG.
Selain mamografi, pemeriksaan dengan USG biasanya dilakukan
apabila pada pemeriksaan CBE ditemukan adanya benjolan. Pemeriksaan lanjutan
ini bertujuan untuk membuktikan adanya massa kistik dan solid/padat yang
mengarah pada keganasan atau pada wanita di bawah usia 40 tahun.
Magnetic Resonance Imaging (MRI)
Para ahli dari berbagai studi menemukan bahwa penggunaan MRI
sebagai metode skrining kanker payudara lebih sensitif daripada mamografi. MRI
menggunakan bidang magnet untuk menghasilkan potongan gambar struktur jaringan
secara detail, memberikan kontras yang sangat bagus untuk jaringan lemak.
Kontras antara jaringan di payudara (lemak, kelenjar, lesi,
dan lain-lain) bergantung pada mobilitas dan lingkungan magnetis dari atom
hidrogen di air dan lemak yang berkontribusi pada terang-tidaknya jaringan pada
gambar yang dihasilkan.
Caranya, pasien disuntikkan agen kontras atau semacam cairan
yang akan mengeluarkan warna. Kemudian pasien dimasukkan ke dalam lorong dan
ditembakkan daya magnet yang akan menghasilkan warna tertentu pada jaringan
yang telah diinjeksi agen kontras.
Akhirnya, akan didapat gambaran struktur, bentuk dan
komposisi payudara secara lebih detail bahkan bisa menangkap adanya sel yang
sudah mengarah menuju kanker.
MRI telah banyak diterapkan untuk memeriksa gejala penyakit,
di mana hasil penelitian telah terbukti memiliki sensitivitas yang tinggi
sebagai alat skrining untuk kanker payudara pada wanita dengan resiko tinggi
berdasarkan riwayat keluarga. Pendekatan dengan MRI ini membutuhkan teknik dan
peralatan yang memadai, serta tenaga yang berpengalaman.
Termografi Payudara
Pilihan lain deteksi dini kanker payudara adalah dengan
breast thermography. Berdasarkan
penelitian klinis, bila dilakukan bersama dengan mamografi, sensitivitasnya
akan meningkat hingga 98%.
Termografi ini relatif aman karena tidak menimbulkan radiasi,
tanpa injeksi ataupun penekanan apa pun. Dengan memanfaatkan digital infra-red
thermal imaging, akan didapat pola panas normal dan tak normal yang dihasilkan
oleh adanya sel kanker.
Caranya, pasien cukup berdiri di depan alat termografi.
Kemudian petugas akan merekam pola panas payudara. Bila terdapat warna merah
(tanda suhu tinggi), maka terdapat
aktivitas sel tumor.
Bagi Anda yang didiagnosa mengidap kanker, jangan putus asa!
Temukan solusi yang Anda butuhkan dengan mengunjungi halaman Sekilas Sarang
Semut dan kunjungi halaman Pencegahan Kanker Payudara untuk Anda yang terutama
beresiko tinggi.
Langkah-langkahnya:
•
Lakukan gerakan pijat yang bergerak
dari arah puting keluar. Tekanan jangan lebih keras daripada tekanan yang bisa
diterima oleh kelopak mata anda. Tekanan yang keras bisa membuat pembuluh darah
limfe tertekan dan menghentikan aliran racun dan cairan lainnya. Pijatan
sebaiknya dilakukan secara perlahan agar bisa mencapai hasil yang maksimal.
•
Pijat payudara dengan kedua tangan,
seperti gerakan meremas. (Gambar 2)
•
Gunakan dua tangan secara hati-hati
dan perlahan dengan gerakan searah jarum jam dan sebaliknya. Perhatikan jangan
tekan payudara terlalu keras.
•
Lakukan gerakan seperti gambar 4
dengan tekanan sedang. Gerakan ini dipercaya bermanfaat untuk melancarkan
peredaran cairan dari payudara.
Teknik Turunkan Risiko
Kanker
Memijat dan Meremas, Teknik Turunkan Risiko Kanker Payudara
Ilustrasi/Admin (Shutterstock) Melihat judul tulisan ini jangan berpikir
negatif dulu ya. Banyak orang terutama kaum hawa melihat kanker payudara
sebagai momok yang sangat menakutkan bagi mereka. Wanita memang lebih rentan
menderita penyakit ini dibandingkan pada pria, hal ini disebabkan oleh berbagai
faktor termasuk masalah hormonal.
Berbagai cara dilakukan perempuan supaya
terhindar dari penyakit ini termasuk dengan berperilaku hidup sehat, makan
bergizi, olahraga, menghindari stress, hingga konsumsi suplemen-suplemen
antioksidan yang dipercaya dapat mencegah kanker. Dari sekian banyak cara yang
dilakukan orang untuk mencegah kanker payudara ternyata ada beberapa cara unik
namun cukup ilmiah yang belum diketahui, sebagai upaya untuk pencegahan
penyakit kanker payudara itu sendiri. Beberapa teknik berikut ini telah
melewati beberapa riset dan uji coba sehingga aman dan layak untuk dicoba.
Berikut ini adalah beberapa cara sederhana yang dapat Anda lakukan di rumah
sebagai upaya pencegahan dan pengobatan kanker payudara.
ingin payudara kencang ya? pakailah Oris breast cream (krim pengencang payudara)
1. Teknik SADARI (Periksa Payudara Sendiri) Teknik yang
pertama adalah cara yang sudah cukup lama dikenal yaitu SADARI, metode
pemeriksaan payudara ini adalah cara sederhana bagi seorang perempuan untuk
melakukan pemeriksaan payudaranya sendiri. Sadari adalah singkatan dari
Pemeriksaan Payudara Sendiri, setiap wanita sangat dianjurkan untuk melakukan
SADARI untuk deteksi dini penyakit pada payudara terutama Kanker Payudara.
Waktu yang ideal untuk melakukan SADARI adalah hari ke-7 sampai ke-10 dihitung
dari hari pertama menstruasi/haid. Dalam pemeriksaan SADARI yang perlu diamati
adalah ada tidaknya benjolan asing pada payudara, lihatlah ada tidaknya
perubahan bentuk, tekstur kulit atau warna termasuk kemerahan, kerutan atau
retraksi (penarikan kulit) pada payudara. Lihat apakah ada kelainan pada puting
(tertarik ke dalam), ada tidaknya cairan (nanah, darah) yang keluar dari
puting. Segera konsultasikan pada dokter jika anda mengalami hal-hal aneh
seputar payudara anda supaya dapat segera dilakukan deteksi dan penanganan
dini.

2. Pijat Payudara (Breast Massage) Beberapa penelitian
mengungkapkan adanya peningkatan cukup berarti kasus terjadinya kanker payudara
pada wanita akibat penggunaan bra, semakin lama seseorang mengenakan bra dalam
sehari maka risiko peningkatan kanker payudara juga semakin meningkat. Salah
satu teori penyebab kanker payudara diduga akibat adanya racun tubuh yang
melewati sistem limfatik dan pembuluh darah di sekitar payudara tidak dibuang
dengan baik akibat sirkulasi darah yang tidak lancar. Di sisi lain akibat
buruknya sirkulasi darah menyebabkan nutrisi yang baik tidak dapat mencapai
sel-sel target hingga akhirnya sel di payudara tidak mendapatkan nutrisi yang
dibutuhkan. Dari permasalahan kita dapat menarik sebuah kesimpulan, tujuan dari
teknik pijatan ini sebenarnya adalah untuk membantu melancarkan pengeluaran
zat-zat racun (tidak berguna) pada payudara baik itu yang berada pada pembuluh
darah vena dan jaringan interselular, selain itu diharapkan distribusi oksigen
dan nutrisi ke jaringan payudara akan menjadi lebih baik. Prosedur pijat
payudara dapat dilakukan setidaknya dua kali seminggu. Untuk kenyamanan saat
anda memijat payudara maka gunakan body lotion, baby oil atau krim khusus
payudara. Pilih krim yang lembut agar nyaman dan tidak merusak tekstur kulit
payuadara Anda. Lakukan teknik pijatan sesuai urutan gambar di atas dengan
lembut dan pelan-pelan. Jangan ragu dan takut, karena teknik ini tidak
menimbulkan kerugian atau efek samping berarti asal dilakukan dengan cara yang
benar.
3. Tekhnik Meremas payudara Teknik yang terakhir dan cukup
mudah dilakukan adalah dengan meremas payudara. Cara ini telah dilakukan riset
dan uji coba oleh para peneliti dari University of California di Berkeley dan
Lawrence Berkeley National Laboratory, Usa. Seperti dituturkan pimpinan tim
riset Gautham Venugopalan, meremas payudara dapat menurunkan risiko terkena
kanker payudara, diibaratkan olehnya saat kita mengangkat barbel, otot akan
jadi lebih besar, yang terjadi adalah sebaliknya adanya gerakan gerakan fisik
dan tekanan mekanik justru akan membuat sel-sel kanker berubah menjadi sel
sehat. Hingga saat ini memang belum ada cara yang benar-benar paten bisa
mencegah dan mengobati kanker payudara. Berbagai penelitian masih terus
dikembangkan agar harapan hidup mereka para penderita kanker ini semakin
tinggi. Pada intinya manusia wajib hukumnya untuk mencegah dan mengobati datangnya
penyakit, sementara kesembuhan tetap kembali pada Tuhan sang maha penyembuh.
Yang perlu diingat dalam usaha tentunya kita juga harus memperhatikan cara dan
keamanannya, bukan sekedar coba-coba cara alternatif yang tidak melewati riset
jelas sehingga justru dapat membahayakan kesehatan Anda. Salam sehat, dr. Wahyu
Triasmara
Krim/Cream Obat
Pengencang Payudara Sekaligus Obat Krim / Cream Anti Kanker Payudara
Payudara kendur dan keriput penyebabnya adalah akibat
menyusutnya kelenjar susu, juga akibat melemahnya jaringan ikat penyangga
payudara dan elastisitas kulit payudara yang berkurang.
ORIS Breast Cream Pengencang Payudara Herbal - Alami, hadir
untuk memberikan solusi yang aman bagi para wanita agar kulit payudara akan
menjadi kencang, lebih lembut, sehat dan tampak lebih putih.
Oris Breast up cream mengandung bahan herbal, sangat tepat
dipilih untuk memelihara atau membantu memulihkan payudara ke bentuk yang
diidamkan oleh setiap wanita, lebih padat dan berbentuk indah.
Manfaat Oris Breast Cream:
1.
Membantu
mengencangkan payudara kendor/sebagai pengencang payudara dan keriput dan meningkatkan elastisitas kulit
payudara dan juga mencegah payudara kendur
2.
Memperbaiki
struktur kulit payudara yang rusak dan menjaga kelembutan kulit payudara.
3.
Membantu
melancarkan peredaran darah
Minggu pertama penggunaan ORIS Breast Cream akan terasa
khasiatnya, ORIS (Breast Cream) tidak hanya mengencangkan tetapi juga membentuk
payudara wanita semakin indah.
ORIS (Breast Cream) produk herbal yang aman di pergunakan
secara terus-menerus dan tidak menyebabkan ketergantungan, tidak memicu kanker
payudara dan tidak menimbulkan alergi.
Kulit payudara akan menjadi :
Lebih KENCANG, lebih LEMBUT, SEHAT dan tampak lebih PUTIH.
Apakah bisa MEMPERBESAR PAYUDARA?
Secara ilmiah memperbesar payudara HANYA BISA dengan jalan
operasi (silicon). Jadi jika ada obat pembesar payudara/ produk HERBAL sejenis
yang mengklaim bisa memperbesar payudara dengan alami hal tersebut tidak dapat
dipertanggungjawabkan secara ilmiah hanya agar cepat laku.
Yang SESUNGGUHNYA terjadi adalah:
payudara menjadi kencang & terangkat karena jaringan ikat
penyangga payudara lebih kuat & kulit payudara menjadi kencang sehingga
menimbulkan "efek bentuk yang lebih padat & indah" jadi bukan
membesar.
Kandungan Utama Herbal ORIS
diantaranya :
Ekstrak Umbi Pueraria Mirifica (yang sangat terkenal sebagai
herbal pengencang payudara), Ekstrak Tomat (buah, daun dan batang), ekstrak
buah Lemon, Ekstrak Kunyit, Ekstrak Lidah Buaya, Ekstrak Kulit Manggis, dan
herbal lainnya.
ORIS telah lulus uji BPOM RI dengan Ijin No. POM NA
18120100739 dengan kata lain tidak mengandung zat berbahaya dan tidak
mengandung zat karsinogenik (pemicu kanker) seperti pada obat payudara yang
ilegal (tanpa ijin BPOM RI).
Pueraria Mirifica adalah herbal yang terbukti secara ilmiah
mampu mengangkat dan mengencangkan payudara yang kendur dan merangsang
perkembangan ukuran payudara hingga ukuran potensialnya.
Aloe barbaradensis extract adalah aloevera sebagai nutrisi
untuk kulit disekitar payudara.
Ekstrak kulit manggis sebagai ANTI OKSIDANT pencegah kanker
payudara. Jadi pemakai ORIS bukan hanya memiliki payudara yang padat, kencang
& indah tapi juga sehat! Jadi bukan membesar berkali lipat yang tidak masuk
akal.
Pengencang payudara merk Oris Breast Cream adalah krim
pengencang payudara sekaligus krim anti kanker payudara dari PT. ABE.